Pemandangan tadi subuh-subuh di Terminal Bis Terpadu Pulo Gebang, Jakarta membikin saya jadi teringat pengalaman yang gak enak saat di Singapore.

Terlihat di beberapa sudut gedung terminal, banyak penumpang yang tidur dengan lelapnya. Ini bisa disebabkan oleh bermacam alasan. Ada karena ketibaan bis yang kemalaman. Atau juga karena ketibaan bis yang kesubuhan.

Terpaksa menunggu jadwal busway atau angkot untuk nyambung ke tujuan dipagi hari. Lumayan dipakai buat tidur. Untuk melepas lelah & kantuk sejenak. Ini memang pemandangan yang jamak terlihat di terminal & bandara di tanah air kita.

Tetapi, jangan coba-coba tiduran begini di Singapore. Biasanya, jika anda kepergok tiduran di bandara, terminal ataupun halte bis, urusannya bisa sampai diinterogasi polisi.

Beberapa kali, saat tiba midnite di Changi Airport, Singapore & harus menunggu lanjutan pesawat esok pagi ke Korea atau China, saya acap tiduran di pojokan di lounge ketibaan. Tiduran seperti halnya penumpang lainnya. Anehnya, saat enak-enaknya tiduran, kita acap dirazia oleh polisi bandara.

Sama seperti saat ngebis dari Kualalumpur ke Singapore. Karena tibanya kesubuhan, terpaksalah tiduran di halte Golden Mile atau terminal Lavender nunggu MRT pagi. Ternyata, teteup dirazia polisi. Diperiksa paspor segala. Sebagai pebolang lumutan, pengalaman beginian bikin turis gak nyaman.

Singapore memang gak santuy. Tiduran aja, koq dirazia ?

Hidup di Indonesia memang nikmat !

GG/( Semenit TRIBUN SABAR )